Politik Dagang Sapi

Politik Dagang Sapi…. Begitulah fenomena Dunia Perpolitikan di Indonesia. Sementara masyarakat Indonesia mengharapkan adanya Pendidikan Politik yang baik, di sisi lain para Petinggi Politik (Politisi Nasional) mengajarkan pendidikan politik yang tidak pantas untuk diteladani oleh masyarakat Indonesia, yakni Politik Uang.

Ikuti kisahnya seperti dibawah ini :

Selasa, 6 Oktober 2009 | 09:27 WIB

PEKANBARU, KOMPAS.com — Isu Politik Uang kembali semerbak di Munas Partai Golkar. Satu suara untuk pemilihan Ketua Umum dihargai Rp 200 juta. Hal tersebut diungkapkan oleh anggota tim sukses Tommy Soeharto, Justiani, Senin (5/10) kemarin.

Meski demikian, Tommy tidak mau terjebak dengan model politik dagang sapi tersebut. “Terus terang saat ini harga satu suara mencapai Rp 200 juta. Kok tanggung amat gitu loh. Kalau mau pragmatis sekalian saja satu suara dijual Rp 1 miliar,” kata Justiani. “Tapi saya yakin masih banyak kader Golkar yang punya nurani. Silakan ambil duitnya, tapi ketika memilih harus selektif dan mengikuti nurani,” imbuhnya.

Ketua tim sukses Tommy, Saurip Kadi, menambahkan, putra bungsu Presiden Soeharto itu tidak menjanjikan uang kepada pemilik suara. Tommy hanya menjual idealisme melalui program-program nyata.

Tommy memang menjanjikan uang Rp 50 miliar untuk setiap Dewan Pimpinan Daerah, namun itu untuk menjalankan program ekonomi kerakyatan yang digagasnya. “Kami tidak memberikan uang muka. Jika Tommy menang, uang itu digelontorkan dalam bentuk program untuk menggerakkan ekonomi rakyat. Di sisi lain, Tommy ingin memulai sejarah baru dengan menghilangkan praktik politik dagang sapi,” kata Saurip.

Menurut Saurip, sudah ada 307 pemilik suara dari DPD I dan II yang menandatangani kontrak dukungan politik kepada Tommy. Jumlah itu akan bertambah 11 lagi sehingga total menjadi 318.

Munas yang dijadwalkan berlangsung hingga 7 Oktober besok juga diwarnai aksi provokasi. Sejumlah poster bergambar Surya Paloh ditemukan robek. “Itu mencerminkan psikologi orang yang mengalami kekalahan karena dukungan kepada Surya Paloh terus menguat melebihi kandidat lain,” kata anggota tim sukses Surya Paloh, Edison Bataubun.

Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla ketika membuka Munas mengatakan, pergantian pucuk pimpinan Golkar harus berlangsung secara elegan. “Politikus adalah profesi yang mulia, begitu pula pedagang. Tapi jangan memperdagangkan politik. Selain itu Golkar memang tidak terbiasa di luar pemerintahan, tapi Golkar tidak boleh meminta-minta kekuasaan. Jadi pengawas pemerintah juga mulia. Kalau kita ingin berkuasa ya harus nomor satu,” kata Kalla.

Explore posts in the same categories: Nasional

Tag: , , , ,

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

One Comment pada “Politik Dagang Sapi”

  1. Agus Suhanto Says:

    yo kita ramaikan blogsphere dengan makin sering nulis…🙂 tentang apa saja, terutama yg kita sukai…
    salam dari Agus Suhanto


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: