Terorisme Di Indonesia

Noordin M Top yang berasal dari Malaysia, adalah seorang Teroris pelaku empat peristiwa pengeboman di Indonesia. Yaitu bom Marriott 2003, bom Kedubes Australia 2004, bom Bali 2005, dan bom JW Marriott 2009.

Noordin mulai aktif melakukan aksi pengeboman setelah tertangkapnya para pelaku bom Bali seperti Mukhlas alias Ali Ghufron, Imam Samudra alias Abdul Azis, Amrozi Nurhasyim, dan Ali Imron.

Mereka merupakan para senior Noordin di Pesantren Lukmanul Hakiem. Aksi Amrozi Cs di Kuta, Bali, pada 12 Oktober 2002 itu merenggut 202 jiwa dan langsung menyentak dunia, karena korbannya kebanyakan orang asing.

Sebulan setelah Bom Bali I, Noordin mengontak Azhari Husin, temannya di Luqmanul Hakiem untuk bergabung dengannya di Bukittinggi, Padang, Sumatera Barat. Pada saat yang bersamaan, Noordin dikontak oleh temannya, Toni Togar, anggota Jamaah Islamiah (JI) yang berada di Medan, Sumatra Utara.

Toni terlibat dalam pengeboman Malam Natal pada tahun 2000. Di rumahnya disimpan banyak bahan peledak yang tersisa. Toni bilang hendak membuang bahan peledak itu. Tapi Noordin minta bahan peledak itu dikirim kepadanya. Di sinilah mereka merancang peledakan berikutnya di Jakarta.

Untuk mematangkan rencananya, Noordin dan para rekannya mencari tempat yang dirasa nyaman di Bengkulu. Petinggi JI di Bengkulu seperti Asmar Latin Sani menampung mereka. Di sinilah Noordin bersua dengan Dr Azahari.

Peledakan pertama yang dilakukan Noordin adalah di Hotel JW Marriot, Kuningan, Jakarta Selatan, pada 5 September 2003. JW Marriott dipilih karena dianggap sebagai simbol AS. Kejadian ini menewaskan 12 orang dan mencederai 150 orang lainnya.

Sejak saat itu, nama Noordin mulai berkibar di Indonesia. Dia diburu dan dicari ke mana-mana. Namun polisi tak berhasil menangkapknya. Dia dikenal licin karena memiliki jaringan kuat dan selalu nekat.

Alih-alih membekuk Noordin, pada 9 September 2004, polisi kecolongan. Noordin dan anak buahnya beraksi lagi dengan mengebom Kantor Kedutaan Besar Australia di Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Perburuan terhadap Noordin dan jaringannya pun semakin diintensifkan. Noordin sejak saat itu diindikasikan sudah meninggalkan Pulau Sumatera. Dia hijrah ke Pulau Jawa. Sambil sesekali melakukan aksi pengeboman. Dalam pelariannya inilah Noordin bertemu dengan Dr Azhari, rekannya di Malaysia yang ahli meakit bom.

Untuk Diketahui pada Juni 2005, Noordin sudah bersama Azhari menyewa rumah di Kartosura, Sukoharjo. Tetapi kemudian pindah ke Pekalongan. Di bulan September 2005, polisi mendapat kabar Noordin, Azhari berada di Semarang. Di sinilah mereka merancang peledakan Bali yang terjadi pada 1 Oktober 2005.

Setelah itu, Noordin dan Azhari beserta kelompoknya bersembunyi di Batu, Malang, Jawa Timur. Pada 9 November, polisi telah mengepung mereka. Azhari tewas ditembak polisi. Noordin kabur ke Semarang. Kemudian dia berpindah-pindah tempat di Solo, Rengasdengklok dan Krawang, Surabaya, dan Wonosobo.

Hinggga kemudian Noordin meledakkan Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, pada Jumat 17 Juli 2009 lalu. Dalam insiden ini, sembilan orang tewas dan 54 orang luka-luka. Noordin sempat diduga sebagai salah satu korban tewas dalam penyergapan besar-besaran di Temanggung, Jawa Tengah pada 8 Agustus 2009.

Kader bangsa Indonesia, adalah orang-orang yang dipersiapkan secara terencana dan bertahap agar dapat meneruskan dan mempertahankan ideologi dan perjuangan sehingga dapat hidup dan berkembang guna mencapai cita-cita nasional yang mempunyai wawasan nusantara.

Pembaharuan dalam proses pembanguan nasional, adalah tuntutan dan kebutuhan obyektif dari bangsa Indonesia yang ingin maju dalam semua aspek kehidupan  dan mampu menghadapi serta mengadakan penyesuaian diri dengan tuntutan dan kebutuhan dari perkembangan atau gerak maju itu sendiri.

Karya, adalah suatu kegiatan dan aktivitasnya disalurkan secara aktif dan kreatif. Didalamnya ada kerja yang jelas dengan pengabdian yang didasarkan atas jenis kerja dan atau lingkungan kerja.

Sasaran pengkaderan, yaitu segi-segi yang berkaitan dengan sumber daya manusia dimana arah kaderisasi itu ditujukan pada peningkatan kegiatan atau aktivitas secara seleksi.

Konsolidasi mekanisme pengkaderan dilakukan untuk dapat memberikan arahan terhadap sistem pengkaderan yang mampu menjawab tantangan masyarakat dimasa depan.

Konsolidasi penugasan kader, yakni melepas kader pada lingkungan yang lebih luas demi kepentingan bangsa dalam upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat baik dari segi spiritual maupun material.

Konsolidasi intelektual dan potensial kader, yaitu menanamkan pemahaman terhadap nilai-nilai yang baik ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dalam menyelenggarakan kehidupannya, bangsa Indonesia memerlukan suatu landasan dan pedoman yang kokoh agar tetap mengarah pada tujuan nasional.

Landasan dan pedoman dimaksud, yaitu konsepsi tentang cara pandang yang tersusun berdasarkan hubungan dinamis antara falsafah, cita-cita, aspek sosial budaya, latar belakang sejarah, kondisi geografis serta kesejahteraan termasuk ketertiban dan keamanan. Konsep tersebut dikenal sebagai wawasan nasional dimana di Indonesia disebut dengan istilah wawasan nusantara.

Tujuan kedalam dari pada wawasan nusantara, adalah mewujudkan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional baik aspek alamiah maupun aspek sosial. Sedangkan tujuan keluar dari wawasan nusantara, adalah mewujudkan kebahagiaan, ketertiban, dan perdamaian dari seluruh umat manusia; terutama perdamaian antar sesama warga negara Indonesia.

Wawasan nusantara merupakan penjabaran dari pada Pancasila agar dapat mengarahkan pembangunan bangsa dan negara Indonesia sehingga tidak menyimpang dari tujuannya. Sebab pembangunan bangsa dan negara tidak akan berfaedah apabila tidak mewujudkan dan tidak berdasarkan satu kesatuan wilayah, satu kesatuan politik, satu kesatuan sosial budaya, satu kesatuan ekonomi, dan satu kesatuan persatuan dan keamanan serta ketertiban. Satu kesatuan dari aspek kehidupan tersebut, bagi bangsa Indonesia adalah satu kesatuan berdasarkan Pancasila dengan ke lima sila nya.

Kehadiran Noordin M Top, cs yang berasal dari negeri Malaysia di tengah-tengah kehidupan bangsa dan negara Indonesia, terkesan hendak merobah akan cara pandang, mentalitas, sikap hidup, dan disiplin masyarakat Indonesia yang berwawasan nusantara.

Dalam menjalankan misinya, Noordin M Top, cs memanfaatkan organisasi JI serta jaringannya dan juga menunggangi suatu agama tertentu sehingga dapat dengan mudah menanamkan doktrinnya pada seseorang  untuk terpesona.

Menunggangi suatu agama tertentu sama halnya dengan bahaya latent ekstrim kanan yang berusaha menghancurkan negara dan bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan mau menggantinya dengan negara yang berdasarkan syariat islam dimana kegiatan dan aktivitasnya menimbulkan korban manusia dan harta benda.

Taktik dan tehnik yang digunakan, antara lain dengan mengadu domba antar pemeluk agama, desas desus, fitnah, termasuk bom bunuh diri, dan lain-lain. Sedangkan forum-forum yang digunakan seperti menyebarkan selebaran gelap, manipulasi dakwah dan kuliah subuh, rapat-rapat gelap, menunggangi media massa, dan lain-lain.

Kelompok ekstrim kanan melakukan gerakan-gerakannya di desa-desa maupun di kota-kota dengan menghasut rakyat serta menyalahgunakan agama untuk kepentingan kelompoknya.

Noordin M Top, cs merekrut masyarakat Indonesia menjadi kadernya yang berorientasi terorisme. Kegiatan terorisme adalah  suatu cara teror dengan jalan kekerasan guna mempengaruhi mental masyarakat sehingga menjadi ketakutan dan penuh kecamasan.

Noordin M Top mendidik kadernya agar menjadi seorang teroris yang mampu melaksanakan tugas bom bunuh diri dengan menanamkan doktrin yang berkaitan dengan suatu agama tertentu.

Doktrin yang ditanamkan, yakni apabila seseorang mampu melaksanakan tugas bom bunuh diri maka dia akan mati namun masuk surga. Di surga nantinya dia akan dijemput oleh 40 bidadari.

Sangat naif pemahaman demikian, karena untuk mendapatkan surga bukan dengan jalan bunuh diri dan membunuh orang lain atau sesama. Bidadari hanya merupakan suatu cerita legenda yang hingga kini belum dapat dibuktikan kebenarnnya.

Padahal Noordin M Top sendiri tidak mampu melakukan tugas  bunuh diri dengan memasang bom di tubuhnya,  ini pembodohan pada seseorang namanya.

Masyarakat Indonesia harus tetap waspada dengan cara meningkatkan pemahaman kerohanian. Kerohanian adalah segi-segi kejiwaan, semangat, mentalitas, dan budi pekerti.

Pembinaan dan pengembangan kerohanian bagi segenap warga negara Indonesia menjadi sangat penting, agar tidak dibodohi oleh orang Malaysia seperti Noordin M Top yang biadab itu,-

Explore posts in the same categories: Nasional, Serba-Serbi

Tag: , , , , , , ,

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

2 Komentar pada “Terorisme Di Indonesia”


  1. hello,

    Thank you for the great quality of your blog, each time i come here, i’m amazed.

    black hattitude.


  2. Wah, postingan yang sangat menarik. Bisa menjadi wacana yang bagus bro. Thanks, salam kenal yah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: