Dokumen Elektronik & UU ITE

http://mbohlah.files.wordpress.com/2009/06/71621_prita_mulyasari_dalam_sidang_perdana_kasus_pidananya.jpg

Terdakwa kasus dugaan pencemaran nama baik RS Omni International, Prita Mulyasari dituntut oleh jaksa 6 bulan penjara. Prita dianggap bersalah karena telah membuat surat elektronik yang mencemarkan nama baik.

“Menuntut majelis hakim agar menyatakan terdakwa secara sah dan menyakinkan telah membuat, mendistribusikan dan atau mentransmisikan dokumen elektronik yang mencantumkan pencemaran nama baik,” kata jaksa penuntut umum, Riyadi di PN Tangerang, Banten, Rabu (18/11/2009).

http://endangar.files.wordpress.com/2009/06/img-uu-ite.jpg

Jaksa menilai Prita bersalah melanggar Pasal 27 UU ITE. Selain itu, jaksa juga menuntut agar hakim menyita barang bukti berupa surat elektronik yang dibuat Prita.

Ada beberapa hal yang memberatkan Prita. Antara lain adalah perbuatan Prita tidak bisa dihapus karena dibuat di dunia maya. Lalu, Prita juga tidak pernah berinisiatif untuk meminta maaf.

“Untuk hal yang meringankan adalah terdakwa berkelakuan baik. Terdakwa tidak pernah dipidana dan terdakwa punya dua anak kecil yang masih berada dalam tanggungan,” jelas Rakhmawati, salah seorang jaksa lainnya.

Kasus Prita ini menjadi pertanda buruk terhadap kebebasan warga negara/penduduk/masyarakat  dalam mengeluarkan pikiran baik secara lisan dan tulisan dalam membela diri dari tindakan/perlakuan yang tidak adil.

Padahal pokok-pokok pikiran dalam Pembukaan UUD 1945, menyatakan bahwa negara hendaknya mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Ini berarti keadilan sosial bagi seluruh rakyatlah yang menjadi sasaran dari pada pembangunan di Negara Indonesia.

Selain itu Pemerintah dan Penyelenggara Negara berkewajiban untuk memelihara budi pekerti, kemanusiaan yang luhur dan memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur.

Jika ditinjau dari sekian banyak surat elektronik di dunia maya, maka muncul pertanyaan; mengapa hanya seorang Prita Mulyasari yang dikorbankan demi untuk menegakkan hukum berdasarkan UU ITE ? Bagaimana dengan Situs-Situs Porno yang sengaja dibuat dimana nyata-nyata dapat merusak moral bangsa namun   tetap   dibiarkan dan tidak dilakukan tindakan penuntutan ?

Rakyat kecil memang masih saja menjadi korban dari kekuasaan dan intervensi kepentingan. Padahal Prita hanya bermaksud mengeluarkan isi hatinya dari ketidak-adilan yang diterimanya. Bagaimana dengan kasus-kasus besar yang nyata-nyata lebih merugikan negara, bangsa, dan masyarakat ???

(Sumber : Yahoo News Indonesia),-

Explore posts in the same categories: Nasional, Pembangunan, Pemerintahan

Tag: , , , , , , ,

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

One Comment pada “Dokumen Elektronik & UU ITE”

  1. the riza de kasela Says:

    Sembiring kudu bicara nih
    ______________________________________________
    Tidak menolak kunjungan Anda ke blog saia yang lain di http://rizaherbal.wordpress.com/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: